Warung Sangrai, Bandung

Sebetulnya mudah saja kalau mau cari tempat makan ini. Lokasinya di samping Heritage factory outlet. Sehalaman malah.

Saya bahkan parkir di halaman Heritage.

Arenya memang tidak luas luas sekali. Tapi jika tidak dapat tempat kita bisa duduk di sisi lain Heritage, karena di samping warung ini, terdapat foodcourt juga yang disediakan oleh Heritage FO.

Untuk makanannya sendiri, menurut saya biasa saja. Dapetlah “sensasi” makan burung… Hehehe… Biasanya kan ga lari dari ayam sama bebek… Hahaha…. Sambalnya oke, pedasnya mantab…

Saya pesan tumis baby kailan, lumayan juga.

Advertisements

Carl’s Jr., Buaran, Jakarta

Meskipun lumayan jauh dari rumah saya di Pekayon, tapi saya niati datang ke sini, tertarik dengan promonya, yang lahir bulan Februari bertepatan dengan bulan pilkada putaran pertama DKI Jakarta. Ternyata tidak berlaku untuk KTP Bekasi… Hahaha… pastilah…

 

Lokasinya tepat di pojok perempatan Buaran, mudah dicapai.

Tempat juga luas, ada dua lantai. Makan burger si Carl’s ini kenyang juga, burgernya besar, sesuai dengan harganya. Yang paling asik, minumannya free flow… Nestea andalan saya…

Smoking area tersedia di bagian luar resto.

Di lantai dua ada children mini playground. Lumayanlah buat mereka bermain, sehingga acara makan menjadi lebih menyenangkan.

Lantai dua juga luas tempatnya.

Sebetulnya burger ini yang saya kejar gratisannya… hahaha.. Classic burger.

Seafood Gebang 49, Kalimati, Jakarta Utara

Di daerah sini memang tempatnya makan seafood. Di Gunung Sahari, sampai masuk ke jalan Kali Mati.

Langganan saya sih Seafood Moelyono, dan baru tahu ada yang baru di Kalimati

Dari luar terlihat menarik, karena parkir luas dan area buat makannya juga luas. Beda dengan Moelyono yang berasa berdesak-desakan.

Saya pesan masakan yang sama yang biasa saya pesan di Moelyono. Tumis kangkung, cumi goreng tepung, kerang saus padang dan ikan bakar.

Menurut saya pribadi, dari segi rasa, Moelyono masih menang dibanding ini. We

Silahkan dicoba dan dibandingkan sendiri. Kira-kira setuju enggak sama saya…..

D’kampoeng, Sutos, Surabaya

Acara saya kali ini adalah jalan-jalan ke Bromo, dari Jakarta terbang ke Surabaya dilanjut dengan jalan darat pakai bis ke Bromo. Pesawat tiba di Juanda jam delapan malam.

Kebetulan salah satu teman kami ada tempat tinggal di Surabaya dan kami diijinkan untuk datang ke rumahnya untuk istirahat dan bebersih diri.

Ternyata rumah beliau dekat dengan Sutos. Jadi kami memutuskan untuk makan malam di Sutos.

Serupa dengan konsep Citos di Jakarta, di tempat ini lebih banyak ditemukan tempat makan dibanding toko-toko.

Sayangnya, sebagian besar merk restonya sama dengan yang di Jakarta. Padahal kalau kita datang ke daerah, pastinya lebih asik kalau makan masakan tradisional setempat.

Untungnya di sini ada D’Kampoeng, semua makanan khas Jawa Timur tersedia disini. Tinggal kita ukur kemampuan perut aja. Hehe..

Saya yang asli Jawa Timur, pastilah hafal makanan-makanan itu.

Target awal saya adalah Semanggi Suroboyo. Karena sewaktu saya kuliah, tahun 90an, makanan ini sudah tergolong langka. Jadi kalau sekarang ada di depan mata, saya pasti ambil.

Target berikutnya adalah soto kikil. Wajib juga ini. Tambahkan jeruk nipis dan sambal, langit ke tujuh rasanya.

Sebetulnya tahu campur juga termasuk dalam pilihan saya, hanya saja di dekat rumah saya ada warung yang jual dan rasanya oke juga, jadi saya tidak terlalu “kangen”

Di dalam D’Kampoeng, para pedagangnya memakai gerobak dorong, jadi dibuat seolah seperti kalau mereka berdagang di luaran.

Menurut saya, bagi yang suka kangen makanan tradisional Jawa Timur, Surabaya khususnya D’Kampoeng bisa menjadi salah satu solusi alias obat kangen. Tentu saja jika kita tidak ada waktu untuk datang ke warung atau resto “aslinya”

Kambing Bakar Cairo, Melawai, Jakarta

Saya beli voucer diskon untuk Kambing Bakar Cairo. Voucer hanya berlaku untuk resto yang berlokasi di Jalan Sambas, tapi saya tidak perhatikan soal ini waktu beli voucer.

Jadilah saya datang ke resto yang di Jalan Monginsidi, karena di google, yang muncul paling atas justru yang cabang Monginsidi. Sesampai di sana, langsung “diusir”lah saya.. hahaha… Untungnya, sebelum duduk saya sudah sampaikan bahwa saya akan bayar dengan voucer.

Tampilan dari luar cabang Monginsidi memang lebih bagus dibanding cabang Sambas. Dari Jalan Melawai, masuk ke dalam Jalan Sambas kira-kira hanya 20 meteran letak resto ini.

Ada outdoor seating buat yang merokok. 

Saya suka semua masakan yang saya pesan, kambing bakar dan tongseng. Paha kambing atau punggung kambing sama-sama enak. Sama-sama banyak daging. Semuanya bikin ketagihan, seperti slogan mereka. 

Kambing Bakar Cairo selain di Jl. Monginsidi dan Jl. Sambas, Jakarta, di Bandung juga ada, di Jl. Cihampelas.

Soto Betawi Pak Hasan 909, Kalideres, Jakarta Barat

Hari ini saya dan teman-teman harus menghadiri pelatihan penggunaan software aplikasi untuk akunting dan produksi di kantor induk perusahaan yang berlokasi di daerah Kalideres. Biasanya makan siang sudah disiapkan untuk kami, namun kali ini, katanya, pada lupa beli. Tidak masalah. Kami pergi ke luar kantor dan makan soto Betawi.

Salah satu teman saya memang “origin” Kalideres, jadi dia yang menyarankan kami untuk makan siang disini. Beruntung kami tiba lebih cepat dibanding orang-orang kantor lain. Karena jam istirahat dimulai jam 11.30 berbeda dengan kantor lain pada umumnya

Sekitar jam 12.30 warung sudah penuh, bahkan ada yang harus menunggu orang lain selesai makan untuk mendapatkan tempat duduk.

Menurut saya, soto-nya lebih joz dibanding sop iganya.

Harganya saya tidak tahu, karena kali ini kami ditraktir. Lumayan. Rejeki siang bolong. Hehehe…

Lokasi jalan Peta Selatan dekat dengan traffic light, setelah terminal Kalideres (kalau dari arah Jakarta yaah) dan jalannya sendiri tidak lebar. Jadi tidak terlalu terlihat dari jalan utama Daan Mogot.

Harum Manis, Karet, Jakarta Pusat

Resto ini terletak di lantai dasar apartemen Pavilion di daerah Karet, tepatnya bersebelahan dengan Sudirman Citiwalk.

Bersebelahan dengan resto Cassis yang menyajikan masakan barat, sedangkan Harum Manis spesialis masakan Indonesia. Tergolong resto mewah, jadi jangan tanyakan harganya. Saya kesini karena harus menjamu tamu dari Jepang. Surprise sekali waktu pertama kali lihat menunya, ada bahasa Jepang-nya. Jadi gampang kalau tamu saya menanyakan jenis masakannya. Dan yang pasti berarti resto ini familiar di kalangan warga Jepang di Jakarta.

Di dalam luas sekali, meskipun dari depan hanya terlihat pintunya saja. Disediakan juga ruang private dengan minimum expense untuk masing-masing ruangan.

Saya sudah beberapa kali makan di resto Seribu Rasa, menurut saya di sini lebih enak.

Ruang private tersedia untuk 7-8 orang dan untuk 12-14 orang

Tapi pastikan anda harus reservasi dulu, supaya dapat tempat. Namun area publik juga ada yang bisa dipakai beramai-ramai. Saya datang dengan rombongan 13 orang, dan dapat satu meja besar, tapi tetaplah saya reservasi dua hari sebelumnya

Pengalaman baru buat tamu Jepang saya, ada “pengamen elit” dengan suaranya yang bagus.

Interiornya yang membawa konsep Jawa terasa sangat homey.

Andalan resto ini adalah Sate Satu Meter, bukan tusukan dan daging sepanjang satu meter ya, tapi berupa panggangan sate sepanjang satu meter dan ditempatkan beraneka macam sate dari beberapa tempat di Indonesia. Enak juga. Saat penyajian para pelayan meneriakkan yel-yel, jadi jangan kaget kalau tiba-tiba terdengar teriakan mereka.

 Martabak untu ganjal perut sebelum datang. Mahal pula… Duh… 

Menunggu jurahan, selvie dulu laaah…