Warung Kopi Kong Djie, Belitung Barat

2015426062449

Terlihat jelas dari kondisi bangunannya, warkop ini udah pasti tua umurnya. Pengunjung datang dan pergi, tidak pernah sepi. Sayang kami tidak bertemu dengan pemiliknya, pagi ini kami dilayani oleh ibu-ibu yang kerja di warkop ini.

2015426062405

2015426063939

Saya tidak bisa menggambarkan suasana kedai ini dengan detil. Tapi menurut saya, inilah sejatinya warung kopi, dimana orang-orang bertemu, ngobrol, bercengkerama, bahkan juga sambil main catur… Asiklah pokoknya… Mengingatkan saya akan kampung halaman…

2015426062652

Tidak seperti kebiasaan kita dengan kopi instan, masukkan kopi bubuk ke dalam gelas, tuang air mendidih, beres…. Di Belitung kopi bubuk direbus dulu, setelah mendidih barulah dituang ke dalam gelas. Dan serunya lagi, mereka pakai tungku arang, bukan kompor.

2015426064314

Kue-kue yang dijual di sini enak juga. Biar si kopi tidak sendiri, harus ada teman. Kuenya 1000 rupiah sebiji. Kopi susu seharga 8 ribu. Nikmat luar biasa. Sebelum pulang, saya sempatkan beli kopi bubuk buat oleh-oleh, supaya orang rumah juga bisa ikut merasakan nikmatnya kopi Belitung.

2015426062845

2015426063629

Jika ke Belitung, sempatkanlah menikmati kopi Belitung, nikmati arti ngopi yang sesungguhnya…

IMG_7400

Advertisements

Warung Ngalam, Menteng, Jakarta

image

Rawonnya enak. Kayu manisnya berasa… Tapi disitu saya jadi sedih, karena saya tidak suka bau kayu manis. Hehe… Tapi selera sih ya..
Sebagai orang Malang, mama saya tidak memasukkan kayu manis sebagai salah satu bahan untuk bikin rawon. Tapi sambalnya sih cocok sama “lidah” saya. Saya suka sambelnya. Jadi orderan tempe penyet ludes lebih dulu dibanding rawonnya. Ahhaa…!

image

Tahu telornya saya juga kurang cocok. Rasa asin dan manisnya terlalu kuat (apa kebanyakan kecap manis ya…) Justru petisnya kurang menonjol.

image

Harga untuk ukuran jakarta tergolong tidak mahal. Tapi di dekat kantor, di Cikarang ada juga warung tahu tek-tek, hàrganya lebih bersahabat dan rasa lebih sip.

image

Kalo makan siang disini, siap-siap berkeringat. Karena warung ini nempel tembok, beratap rendah. Terletak di pintu masuk resto jepang Midori.

image

image

image

image

image

Oh iya, di warung ini pengunjung bisa belajar slank-nya arema, alias bahasa walik’an (terbalik) yaitu bahasa jawa yang dibaca terbalik, tentunya dengan penyesuaian supaya enak didengar dan mudah dihafal

image

image

image

image

image

Fook Yew, Mal Gandaria City, Jakarta

image

Mungkin pengunjung Fook Yew di Gandaria City tidak seramai yang di Grand Indonesia, jadi saya tidak mendapati pelayanan buruk resto ini. Karena beberapa ulasan di sebuah web, menyatakan kekecewaan mereka terhadap pelayanan yang tidak memuaskan.

image

image

image

image

image

image

Benar kata orang, dekorasinya yang menarik terutama karena kita “ditarik” oleh si kucing cina besar.

image

image

Makanan enak, seporsi masakan bisa untuk berdua atau bertiga ukuran perempuan yang “menjaga porsi makan”. Saya sendiri tidak termasuk golongan itu…. Hehe.. Lumayan “kalap” pilih menu, karena semuanya menggugah selera… #Kayaiklanaja#

Dari segi harga menurur saya sesuailah dengan apa yang kita bayar, tapi tetap standar…

image

image

image