Warung Ngalam, Menteng, Jakarta

image

Rawonnya enak. Kayu manisnya berasa… Tapi disitu saya jadi sedih, karena saya tidak suka bau kayu manis. Hehe… Tapi selera sih ya..
Sebagai orang Malang, mama saya tidak memasukkan kayu manis sebagai salah satu bahan untuk bikin rawon. Tapi sambalnya sih cocok sama “lidah” saya. Saya suka sambelnya. Jadi orderan tempe penyet ludes lebih dulu dibanding rawonnya. Ahhaa…!

image

Tahu telornya saya juga kurang cocok. Rasa asin dan manisnya terlalu kuat (apa kebanyakan kecap manis ya…) Justru petisnya kurang menonjol.

image

Harga untuk ukuran jakarta tergolong tidak mahal. Tapi di dekat kantor, di Cikarang ada juga warung tahu tek-tek, hàrganya lebih bersahabat dan rasa lebih sip.

image

Kalo makan siang disini, siap-siap berkeringat. Karena warung ini nempel tembok, beratap rendah. Terletak di pintu masuk resto jepang Midori.

image

image

image

image

image

Oh iya, di warung ini pengunjung bisa belajar slank-nya arema, alias bahasa walik’an (terbalik) yaitu bahasa jawa yang dibaca terbalik, tentunya dengan penyesuaian supaya enak didengar dan mudah dihafal

image

image

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s