Die Stube, Kemang, Jakarta Selatan

Saya tertarik datang ke resto ini setelah saya lihat display picture seorang teman di depan resto sini, namanya jerman banget…

image

Alkisah tersedialah waktu buat saya datang ke sini. Lokasinya kira-kira hanya 100 meter dari traffic light memasuki jalan Kemang. Terletak di sisi kanan jalan, dan di dalam area perkantoran. Beloklah ke kanan di depan POP hotel.

image

image

Dari depan terlihat biasa saja, bahkan menurut saya terlalu “tertutup” karena hanya ada pintu. Meskipun sign “BUKA” terpasang di pintu, saya tetap bertanya ke satpam, buka kan pak ???

image

image

Di dalam barulah terasa restonya, dan mungkin sedikit berasa “seperti di rumah” bukan karena saya pernah ke Jerman, tapi karena penataannya yang enak. Saya duduk di sisi kiri pintu masuk, di sisi kanan, ada ruang lagi, tapi saya tidak sempat intip ke situ.

image

Sebetulnya target saya ke situ adalah makan sosis, yang asli jerman. Namun apa daya, mata saya menuntut yang lain. Akhirnya saya justru pilih menu lain. Sayangnya saya lupa namanya, bon juga ketinggalan di meja. Duh…

image

Teman saya lebih suka dengan kentangnya diolah semacam risol, setelah saya coba, di kampong saya kentang begini dinamai perkedel…. Hehehe…

image

Menurut saya sih biasa saja, babi dimasak apa saja, begitulah rasanya, atau mungkin karena saya tidak paham masakan Jerman yah… Hahaha…! Yang baru buat saya adalah olahan kentangnya. Jika biasanya kentang goreng goreng atau smash potatoes, kali ini entah bagaimana memasaknya. Kentang dilembutkan, seperti bahan perkedel, dicetak seperti cendol, tidak berminyak, tapi berbumbu. Dimakan begitu saja juga enak. Namanya apa ya, lupa saya… Hehe.. Gimana sih..

Nih yang kaya cacing itu kentangnya.. Hehe..

image

Makanan-makanan ini disajikan dengan salad sayur segar, kebetulan saja saya tidak potret saladnya.

image

Semakin sore semakin ramai. Sepertinya resto ini punya banyak penggemar tetap. Ada satu keluarga datang, dengan balita, pelayan menyambut dan berbincang seperti teman lama.

image

Bagi yang belum pernah makan di sini, ada baiknya dicoba… Tidak ada ruginya…

image

image

 

 

Advertisements

Sop Janda, Kaw. Industri MM2100, Cibitung

Warung sop yang satu ini sudah sangat terkenal, “Sop janda Cibitung”. Meskipun tempatnya di gang sempit, tetep aja dikejar orang

saat makan siang, penuh sekali. cari parkir juga susah.

image

Porsinya terlihat besar, tapi sebetulnya karena tulang-tulang sapi yang besar, dagingnya tidak banyak. Pedas atau tidak, tergantung pesanan kita

image

Saat saya makan siang disini, agak kesal juga, karena sopnya kurang panas. Kurang nikmat jadinya.

image

Di gang ini sebenarnya ada dua warung sop, keduanya dengan label yang sama, yaitu sop janda. Yang lebih masuk dalam gang adalah pelopornya. Sedangkan yang di bagian depan, adalah “penirunya”

image

Keduanya menurut saya, samalah rasanya. Tidak istimewa sekali. Sop daging, saya pikir dimana-mana sama, mau dimasak dengan cara apa, rasa sop daging sapi tidak “lari kemana”

image

waktu saya makan di warung yang depan, saya tanya, apa warung ini sama dengan warung sop yang di dalam? Si ibu jawab,” Ehhh… sama sih…”

jawabannya terlihat “tidak jelas” yang menurut saya justru menjadi “jelas” bahwa warung yang depan beda dengan yang di dalam.

image

menuju ke gang sop janda, lokasinya berada di dalam kawasan industry MM2100, Cibitung. Cari jalan Bali, lurus saja, ambil jalan Bali I, melewati PT. Sugity Creatives, sampai bundaran kecil, belok kiri arah jalan kecil berbatu.

image

2016303122311.jpg

image

Di bawah ini penampakan warung yang satu lagi,

image