Jimbaran Resto, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta

Berada di dalam area wisata Ancol, dan berdekatan dengan Mall Ancol. Agak di ujung, jadi tidak mudah terlihat.

Restonya luas sekali, bahkan ada open-air juga. Makan di pinggir pantai serasa beneran di Jimbaran, Bali. Cuma sayangnya kalau di sini pantainya tidak sebagus Jimbaran.

Kalau liat-liat di dalam, suasananya enak, kalau sore hari menjelang sunset ya, kalau siang, jangan ah… panas banget pasti…

Ada panggung untuk pementasan tari Bali.

Ini makanan yang kami pesan. Secara keseluruhan, saya kurang cocok, kurang pas. Buat saya, yang paling pas cuma sambal matah-nya… Joz tenan..

Harganya amazing…  Makan berempat totalnya 700ribuan.. Maklum saya biasa yang murah meriah… hahaha…

Advertisements

D’kampoeng, Sutos, Surabaya

Acara saya kali ini adalah jalan-jalan ke Bromo, dari Jakarta terbang ke Surabaya dilanjut dengan jalan darat pakai bis ke Bromo. Pesawat tiba di Juanda jam delapan malam.

Kebetulan salah satu teman kami ada tempat tinggal di Surabaya dan kami diijinkan untuk datang ke rumahnya untuk istirahat dan bebersih diri.

Ternyata rumah beliau dekat dengan Sutos. Jadi kami memutuskan untuk makan malam di Sutos.

Serupa dengan konsep Citos di Jakarta, di tempat ini lebih banyak ditemukan tempat makan dibanding toko-toko.

Sayangnya, sebagian besar merk restonya sama dengan yang di Jakarta. Padahal kalau kita datang ke daerah, pastinya lebih asik kalau makan masakan tradisional setempat.

Untungnya di sini ada D’Kampoeng, semua makanan khas Jawa Timur tersedia disini. Tinggal kita ukur kemampuan perut aja. Hehe..

Saya yang asli Jawa Timur, pastilah hafal makanan-makanan itu.

Target awal saya adalah Semanggi Suroboyo. Karena sewaktu saya kuliah, tahun 90an, makanan ini sudah tergolong langka. Jadi kalau sekarang ada di depan mata, saya pasti ambil.

Target berikutnya adalah soto kikil. Wajib juga ini. Tambahkan jeruk nipis dan sambal, langit ke tujuh rasanya.

Sebetulnya tahu campur juga termasuk dalam pilihan saya, hanya saja di dekat rumah saya ada warung yang jual dan rasanya oke juga, jadi saya tidak terlalu “kangen”

Di dalam D’Kampoeng, para pedagangnya memakai gerobak dorong, jadi dibuat seolah seperti kalau mereka berdagang di luaran.

Menurut saya, bagi yang suka kangen makanan tradisional Jawa Timur, Surabaya khususnya D’Kampoeng bisa menjadi salah satu solusi alias obat kangen. Tentu saja jika kita tidak ada waktu untuk datang ke warung atau resto “aslinya”

Kambing Bakar Cairo, Melawai, Jakarta

Saya beli voucer diskon untuk Kambing Bakar Cairo. Voucer hanya berlaku untuk resto yang berlokasi di Jalan Sambas, tapi saya tidak perhatikan soal ini waktu beli voucer.

Jadilah saya datang ke resto yang di Jalan Monginsidi, karena di google, yang muncul paling atas justru yang cabang Monginsidi. Sesampai di sana, langsung “diusir”lah saya.. hahaha… Untungnya, sebelum duduk saya sudah sampaikan bahwa saya akan bayar dengan voucer.

Tampilan dari luar cabang Monginsidi memang lebih bagus dibanding cabang Sambas. Dari Jalan Melawai, masuk ke dalam Jalan Sambas kira-kira hanya 20 meteran letak resto ini.

Ada outdoor seating buat yang merokok. 

Saya suka semua masakan yang saya pesan, kambing bakar dan tongseng. Paha kambing atau punggung kambing sama-sama enak. Sama-sama banyak daging. Semuanya bikin ketagihan, seperti slogan mereka. 

Kambing Bakar Cairo selain di Jl. Monginsidi dan Jl. Sambas, Jakarta, di Bandung juga ada, di Jl. Cihampelas.