Ayam Bakar Pak Atok, Sentul, Bogor

Lokasinya berdekatan dengan resto Ikan Bakar Bambu Haur, sama-sama di jalan Alternatif Sentul. Cocok buat istirahat saat menghadapi macet di tol Jagorawi

image

Kami makan siang di sini karena hari ini kami mengadakan kunjungan ke sebuah pabrik tinta di daerah Cibinong, dan dari lokasi pabrik tersebut kami “diarahkan” melewati jalan raya ini, dan menurut supplier kami tersebut, resto ini “rekomendet sekali”, dan saya pribadi “setuju sekali”….

image

Rumah makan terlihat sempit dari luar, kenyataannya tidaklah sempit-sempit amat…

image

image

Ayam bakarnya memang enak, bumbunya meresap sampai jauuhh…

image

Tumis taogenya juga enak, pakai taoge yang besar itu. Saya suka sekali.

image

Sambal dadaknya juga asik. Heheehe… apa yang ga enak ya…??

image

Parkiran di dalam juga lumayan luas.

image

image

Untuk berempat kami harus bayar Rp. 179 ribu, oke-lah… tidak mahal sekali

image

Resto Pak Atok ada di beberapa tempat, berikut ini daftar alamatnya.

image

Advertisements

Telaga Asri Resto, Lido Resort, Sukabumi

Resto ini ada di dalam Lido Lakes Resort, raya Sukabumi.

image

Karena hotel ini sudah cukup lama ada, jadi wajar saja kalau suasananya juga masih tempo dulu. terlihat dari interior dan furniture yang dipakai

image

Bahkan atasan saya yang orang Jepang sempat berkomentar, “It’s been four years ago I visited this restaurant, nothing’s changed…”

Sambil senyum-senyum, mungkin dia pikir, kok masih begini-begini aja, tidak ada kemajuan sama sekali..

image

Sepertinya resort ini masih sering dipakai perusahaan-perusahaan untuk acara gathering. Waktu kami menunggu masakan, saya perhatikan ada sebuah perusahaan spare part electric sedang “survey lokasi”

Jadi mungkin itu salah satu alasan mengapa hotel ini masih exist, apalagi saat ini manajemen hotel sudah diambil alih oleh sebuah perusahaan media terkenal.

image

saya pesan buntut goreng, teman saya pesan sop buntut. Mohon maaf, kalau saya bilang, rasanya jauh lebih enak di warung-warung sop pinggir jalan. Mungkin karena proses masaknya yang “dadakan” jadi kaldunya belum berasa banget. Beda dengan warung pinggir jalan yang masaknya sudah sejak kemarin, jadi beda rasanya.

Entah dengan masakan yang lain. Semoga lebih baik… hehe

image

image

Kali ini saya juga tidak memotret makanannya, malu sama si boss… hehe…

image

image

Pondok Ikan Bakar Kalimantan, Tapos, Cimanggis

Rumah makan yang satu ini juga selalu ramai. penuh sekali, sampai ada waiting list segala. Dan yang kena waiting list pun juga banyak.

image

Lokasinya memang dekat dengan pintu tol cimanggis, sekitar 200 meter.

image

Sebetulnya resto terhitung luas areanya, dan meja juga banyak, ada yang di dalam ada juga yang di luar ruangan

image

image

Hidangan andalan resto ini adalah patin bakar dalam bamboo. Porsinya besar, jadi sangat bagus untuk makan beramai-ramai

image

Karena di bakar dalam bamboo, ikan tidak bisa “kering” apalagi yang dibakar adalah ikan patin, yang memang tidak bisa “renyah”

Menurut selera saya, rasa biasa saja, tapi karena “berani bumbu” jadinya memang terasa nikmat. dan yang jelas – “bakar bambu” kan tidak tersedia di semua resto.

image

Teri pete -nya mantab. Sambal disajikan dengan tray tersendiri, meskipun isinya sedikit, semua jenis sambal sudah disiapkan dalam satu tray tsb.

image

Di bagian luar kita bisa lihat pembakaran ikan dalam bambu

image

Saat tiba, sebaiknya langsung menuju kasir, minta dicarikan tempat duduk. Kalau memang sedang penuh, kasir akan meminta kita untuk pesan makanan dulu. Setelah itu kita duduk manis di kursi yang disediakan. Terus… Tunggu panggilan…

image

Kursi tunggu sudah penuh, jadi carilah tempat, asal bisa “taro pantat”… hehe…

image

image

Tampak dari depan tidak terlihat kondisi dalam restonya

image

Parkiran ada di samping resto, kalau parking lot sudah penuh, sudah disediakan tempat parkir di seberang jalan.

image

Ikan Bakar Bambu Haur, Sentul, Bogor

Bagi yang hendak berlibur ke Puncak atau ke Bogor dan hari sudah menjelang makan siang, sedangkan Puncak dan Bogor masih lama ditempuh, maka makan di Sentul adalah pit-stop yang pas untuk makan siang sambil menunggu macet berlalu.

image

image

Keluar di pintu tol Sentul, pintu tol menuju arena balap, berbelok ke kanan dan ikuti jalan, tidak jauh sekitar 200 meter rumah makan ini ada di sisi kanan jalan. Terdapat dua resto ikan bakar yang sepertinya serupa di area ini.

image

image

Dari depan, tidak terkesan istimewa, setelah masuk barulah terlihat luasan resto ini. Cocok sekali untuk makan beramai-ramai. Bisa ambil meja makan, bisa juga lesehan.

Bagian depan resto diutamakan untuk meja dan kursi makan biasa

image

image

Sedangkan di bagian dalam lebih banyak lesehan, meskipun ada juga meja dan kursi makan biasa.

image

image

Halaman belakang yang luas sangat menyenangkan apalagi untuk anak-anak berlarian dan bermain. Taman terawat dengan baik.

image

Kami memilih gurame rica-rica, gurame cobek bakar dan tumis kailan polos. Semuanya memuaskan. Meskipun dibumbu rica-rica, ikan digoreng kering dan berasa gurih.

image

Gurame cobek bisa kita pilih, apakah gurame dibakar atau digoreng. Karena yang rica-rica guramenya digoreng, maka untuk yang cobek kami pilih guramenya dibakar.
Gurame cobek pada intinya adalah gurame yang dilumuri sambal. Asiklah pedesnya.

Ada arena buat anak-anak bermain, halaman yang luas, kolam ikan, dan yang menarik adalah tiga pohon durian dengan durian masih menggantung di pohon…..

image

image

image

image

dengan rasa yang tidak mengecewakan dan pelayanan yang cepat, tidak rugi mampir ke sini. Lain waktu, saya akan datang lagi.

image

De Leuit, Bogor

Resto ini cukup terkenal, hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengunjung, meskipun tempatnya agak “tersembunyi”, yaitu di Jalan Pakuan. Dan karena alasan itulah saya datang pagian, jam 11 sudah sampai. Kuatir tidak kebagian meja, apa serunya kena waiting list kalau sedang lapar…?

image

image

image

Sayangnya, lahan parkir tidak memadai jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung. Tiba jam 11, saya dapat parking lot terakhir, yang masuk setelah saya, mobilnya harus parkir di jalan.

image

image

Meskipun resto luas, kemungkinan besar pasti dapat duduk, tapi kemungkinan besar tidak dapat tempat parkir. Hehe..

Penerima tamu akan mengarahkan pengunjung, duduk di lantai dasar, lantai 2 atau lesehan dekat tempat main anak.

image

image

image

image

image

image

image

Awalnya saya sudah siap mental, makanan pasti lama datangnya, karena ramai pengunjung, ternyata di luar dugaan, sekitar 20 menitan masakan sudah datang semua.

image

Gurame bakarnya rekomended, bumbu bakarnya ” tebal” banget, enak pula. Spesialisasi resto ini, nasi jambal juga oke, gurih-gurih nyoi-nyoi… Hehe..

image

Suasana di lantai 2

image

image

image

Lokasinya di belakang Giant, keluar pintu tol Jagorawi, belok kiri – artinya kita masuk Jalan Pajajaran, setelah Giant belok kiri, masuk Jalan Pakuan.

image

image

image

image
image

image

Saung Kuring, Bogor

Saung Kuring ini lokasinya di “bawah” jembatan layang keluaran tol lingkar luar Bogor atau istilah kerennya Bogor Outer Ring Road (BORR).
Resto ini jadi agak tersembunyi, tertutup jembatan layang.

image

image

image

image

image

Restonya luas banget, dan hampir seluruh area berupa saung di atas kolam ikan. Waktu melangkah masuk resto, saya agak ilfil sama bau kolam…. Tapi yaah semakin lama duduk, semakin “hilang” baunya, alias syaraf penciuman sudah terbiasa dengan bau itu.

image

image

Makanan cepat datangnya, rasa juga tidak mengecewakan. Harga standar. Rekomended-lah makan disini, apalagi setelah bermacet-macet dari Dramaga

image

image

.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Soto Kudus Pak Minto, Cisarua, Puncak

Kebetulan hari sudah sore saat saya melewati resto ini dalam perjalanan pulang dari Puncak ke Bekasi, saya pikir harus makan dulu sebelum “turun” karena pasti udah malam sampai rumah. Awalnya sih pengen makan di Cimori, tapi karena penuh banget, batal makan disitu.

Saya adalah penggemar soto, jadi waktu liat papan nama soto kudus, cepet-cepet dibelokin ini mobil. Hehe…

20141202162358

Sajiannya khas soto kudus, mangkok kecil, nasi dan kuah penuh, kalo ditambah kecap, sambal dan jeruk nipis, pasti tumpah waktu diaduk…
Hahaha….!.
Oh ya, saya ga suka soto yang dipisah nasinya, saya selalu pesan soto “campur”

20141202162448

Tapi mohon maaf, untuk rasa, saya kurang cocok yah… Sampai-sampai saya tambah kecap, tambah garam dan jeruk nipis. Tidak banyak menolong tuh…
.
20141202162515

???????????????????????????????

Tempatnya sih enak, meskipun cuma buat nongkrong sambil ngopi…
Sejuk segeer….

???????????????????????????????

Dari jalan raya, resto tidak terlihat memang, karena posisinya agak tinggi, menanjak dan menikung ke kanan kalau dari Cisarua. Tapi papan namanya cukup besar untuk dikenal. Dan ada villanya juga.

20141202164854

20141202165937