The Night Market, Yau Ma Tei, Hong Kong

Saya makan siang di The Night Market tidak termasuk di dalam list perjalanan saya menuju Disneyland setelah eksplore Sky 100. Begini ceritanya, kenapa saya terdampar di resto ini.  Saya naik bis dari Kowloon Park Drive menuju Kowloon bus terminus alias terminal bis Kowloo, tujuannya tentu saja Sky 100.

Turun dari bis, saya cari eskalator menuju mall, yang ternyata namanya adalah Elements. Sesampai pintu masuk mall, nah… bingung saya, kalau mau ke Sky 100, gimana cara, ke arah mana… tidak tau.. Setelah beberapa kali bertanya, saya diarahkan ke gedung International Commerce Centre (ICC), dan tibalah saya di Sky 100.

Setelah puas di Sky 100 saya cari petunjuk menuju Kowloon MTR, ternyata arahnya kembali ke Elements lagi. Dan bertemulah saya dengan resto ini.

Baca-baca dulu menunya, cek harganya, dan sedikit intip-intip ke dalam, ooh banyak pekerja kantoran yang makan. Harganya tergolong mahal. Tapi okelah makan siang disini saja, daripada ngemper terus, sesekali makan di mall, sepertinya tidak apa-apa…

Ternyata keputusan saya tepat, suasananya enak, makanannya juga enak, dan porsinya besar. Untuk harga HKD98 seperti ini, menurut saya sih oke ya..

Oooh iya, sekali lagi saya ingatkan, kalau kita pesan es teh tawar, dapetnya es teh susu tawar.

 

img_20171024_1518271883247242.jpg

 

screenshot_2017-10-24-15-22-58-355320501.jpeg

 

Cafe de Coral, Tsim Sha Tsui, Hong Kong

Salah satu chain restaurant yang ada di Hong Kong adalah Cafe de Coral. Tidak susah mau cari resto ini di kawasan bisnis atau tourist spot.

Pagi ini saya memilih Cafe de Coral untuk sarapan saya, karena di hostel tidak disediakan sarapan.

2017626080506-688908070.jpg

Goldencrown Guesthouse terletak di Nathan Road, Cafe de Coral di daerah sini bertempat di CKE Shopping Mall, hanya 5 menit jalan kaki dari guesthouse.

Meskipun mall belum buka, cafe sudah buka.

Menu sarapan beraneka ragam, yang ringan sampai yang berat, macam “bacang” ini

saya niatnya makan yang ringan, apa ya namanya, lupa..  hahaha..  Kalau pesan teh tawar, dapatnya teh susu tawar.

Menurut saya, makanannya enak. Harga juga standar. Tapi ramai sekali warungnya.

 

Sate Maranggi, Haji Yeti, Cibungur, Purwakarta

Tempat makan satu ini tidak pernah sepi pengunjung. Areanya bertambah luas dari tahun ke tahun. Luar biasa memang. Udah kaya lapangan aja…

Area parkir juga disediakan sangat luas, hanya saja masih tanah dan kerikil, jadi becek saat hujan.

Meskipun harganya menurut saya agak premium, pengunjung tetap banyak.

Begini penampakan para penyantap sate di waktu makan siang. Untuk pemesanan makan, kita harus antri di tempat pesan, dan bawa sendiri satenya. Sedangkan masakan selain sate dan minuman bisa dipesan via team mereka. Kertas order jangan dibuang, karena nanti dipakai untuk bayar.

Tongsengnya sedaaapp…

Sopnya kurang mantap, hambar. 

Nasinya dibungkus daun. Tiap orang bisa ambil tiga sampai empat bungkus, karena sedikit sih ya sebungkusnya.

Sate sebagai hidangan utama. Enak dan empuk, meskipun kecil-kecil potongannya. Sambal kecapnya adalah campuran kecap dengan tomat, dan cabe yang diuleg kasar. 

Harus dicoba kalau yang ini. Saya lupa foto es kelapanya. Di sini sepertinya es kelapa juga wajib hukumnya. Segerrrr….

Dari tol Kopo (jalur tol Jakarta – Cikampek)  setelah bayar tol, belok kanan, lurus aja, tempat makan ini ada di kanan jalan.

 

Mie Lampung, Teluk Betung, Lampung

Pagi hari di Lampung, saya pilih makan di “luar”,  makan masakan lokal daripada masakan hotel. Kan harus coba makanan asli Lampung toh…

Teman saya “membawa” saya ke rumah makan Mie Lampung di Jalan Ikan Tongkol, kawasan Teluk Betung. Ramai juga pengunjungnya.

Mie-nya juga enak. Trus, mie-nya ada yg ndut.. Namanya Locupan.

Kalau tante saya sih sukanya nasi tim ayam. Beliau maunya kalau sarapan harus nasi, tidak mau sarapan mie. Katanya sih enak juga nasi timnya.